Sejarah Fotografi

pattern

Sejarah Fotografi

Sejarah Fotografi

Berbicara mengenai sejarah fotografi, fotografi mulai ada jauh sebelum Masehi tepatnya pada abad ke-5 sebelum Masehi (SM).

Camera obscura

Bermula pada saat itu ada seorang pria yang bernama Moti mengamati suatu gejala yang dinamakan fenomena camera obscura.

Dimana dalam fenomena tersebut menunjukkan gejala jika pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi.

Beberapa abad kemudian setelah ditemukannya fenomena itu oleh Moti, fenomena ini kemudian banyak disadari dan dikagumi banyak tokoh lain seperti Aristoteles di abad ke-3 SM.

 

Penemuan alat

Kemudian di abad ke-10 SM seorang ilmuan Arab bernama Ibnu Haitam (Al Hazen) berusaha untuk menangkap fenomena ini ke dalam suatu alat.

Hingga pada tahun 1558, Giambattista Della Porta yakni seorang ilmuwan asal Italia menyebut “camera obscura” pada sebuah kotak yang berfungsi untuk membantu pelukis menangkap bayangan gambar.

Berbagai penelitian dilakukan untuk perkembangan fotografi. Hingga pada tahun 1824, Joseph-Nichephore Niecpe (1765-1833) yakni seorang seniman lithography asal Perancis berhasil melahirkan sebuah imaji yang agak kabur.

Hal tersebut didapatkan melalui proses meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya, melalui proses yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di atas pelat logam yang dilapisi aspal selama delapan jam.

Sejak saat itu ia melanjutkan penelitiannya hingga pada tahun 1826 dimana tahun ini merupakan sejarah awal fotografi yang sebenarnya.

Foto yang dihasilkan pada percobaan saat itu sampai saat ini masih ada dan disimpan dengan baik di University of Texas di Austin, Amerika Serikat.

Foto pertama

Tidak sampai disitu, penelitian untuk perkembangan fotografi masih terus berlanjut hingga tahun 1839.

Pada tanggal 19 Agustus 1839, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) yakni seorang desainer panggung opera sekaligus pelukis dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya.

Ia menemumukan proses yang kemudian disebut dengan daguerreotype.

Yakni sebuah proses yang ditemukan melalui peristiwa dimana sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon).

Untuk menciptakan gambar yang permanen, pelat harus dicuci menggunakan larutan garam dapur dan air suling.

Awalnya penemuan tersebut ingin dipatenkan oleh Daguerre, namun pemerintah Perancis menyarankan untuk mempublikasikan dan atau membagikan temuan tersebut ke seluruh dunia secara cuma-cuma.

.

  Konsultasi Sekarang!